Sabtu, 23 Januari 2010

i love beach

http://www.forumselam.com/viewtopic.php?t=729&sid=b5072b0e77802e825c179e981b04dd83

melihat sites ini
hasrat jalan-jalan semakin menggebu.

obsesi semakin menggila.
tp usaha blom ada , huhuu ...

someday
oneday

Minggu, 10 Januari 2010

Proudly Presents : Balada Bemo dan Becak

Sebelum saya memulai Balada kacau antara Bemo dan Becak, mari saya perkenalkan apa itu Bemo dan Becak secara umum.



Bemo yang menurut Wikipedia adalah singkatan dari "becak motor" dan merupakan kendaraan bermotor roda tiga yang biasanya digunakan sebagai angkutan umum di Indonesia. Bemo mulai dipergunakan di Indonesia pada awal tahun 1962. Belakangan kehadiran bemo dimaksudkan untuk menggantikan becak. Namun rencana ini tidak berhasil karena kehadiran bemo tidak didukung oleh rencana yang matang. Bemo tidak hanya hadir di Jakarta, melainkan juga di kota-kota lain seperti di Bogor, Bandung, Surabaya, Malang, Padang, Denpasar, dll. karena kendaraan ini sangat praktis dan mampu menjangkau jalan-jalan yang sempit, dan dapat melaju jauh lebih cepat daripada becak.

Bemo yang mulanya beroperasi seperti taksi, belakangan dibatasi daerah operasinya di rute-rute tertentu saja, dan akhirnya disingkirkan ke rute-rute khusus yang tak disentuh oleh bus kota. Di Jakarta, bemo mulai disingkirkan pada 1971, disusul oleh Surabaya dan Malang pada tahun yang sama. Pada 1979, Pemerintah Daerah Surakarta mengambil langkah yang sama.

Tapi jangan salah, Bemo belum musnah sepenuhnya. Karena di beberapa sudut di Jakarta masih ada yang menggunakan Bemo sebagai alat transportasi.



Sedangkan Becak dari bahasa Hokkien: be chia "kereta kuda") adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi.

Becak merupakan alat angkutan yang ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi udara (kecuali becak bermotor tentunya). Selain itu, becak tidak menyebabkan kebisingan dan juga dapat dijadikan sebagai obyek wisata bagi turis-turis mancanegara.

Meskipun begitu, kehadiran becak di perkotaan dapat mengganggu lalu lintas karena kecepatannya yang lamban dibandingkan dengan mobil maupun sepeda motor. Selain itu, ada yang menganggap bahwa becak tidak nyaman dilihat, mungkin karena bentuknya yang kurang modern.

Satu-satunya kota di Indonesia yang secara resmi melarang keberadaan becak adalah Jakarta. Becak dilarang di Jakarta sekitar akhir dasawarsa 1980-an. Alasan resminya antara lain kala itu ialah bahwa becak adalah "eksploitasi manusia atas manusia". Penggantinya adalah, ojek, bajaj dan Kancil.

Tapi dalam Balada Bemo dan Becak saya tidak akan menceritakan Bemo dan Becak dalam bentuk sesungguhnya melainkan ini hanya penggilan nama dari mereka. 2 orang teman yang tidak tinggal di kota yang sama, 2 orang teman yang kebetulan kenal karena kegemaran yang saya, 2 orang teman yang sama-sama suka traveling dan olahraga.

Tunggu Kisah-kisah konyol dan tidak penting dari Balada Bemo dan Becak..

Jumat, 01 Januari 2010

NYE 2010 with LOEMPIA



Saya biasanya melewatkan tahun baru dengan tidur di rumah, tapi tahun ini ada yang beda. Melewatkan tahun baru BBQ-an bersama keluarga baru (LOEMPIA). hmm ... tepatnya BBQ-an di rumah saya sendiri ...

30 Desember 2010

Belanja perlengkapan untuk BBQ-an esok hari bersama ketiga teman saya, mayang, asa dan sang adek lanang babaz alias supir saya, hehehe... Belanja mulai dari gelas, piring, kentang, daging ayam sampai ikan gurame. Karena kami semua tidak pernah BBQ-an alhasil kami belanja sepengetahuan kami saja, alias alakadarnya. Makan malam masih di foodcourt yang sama tempat kami belanja.

31 Desember 2010

06.00 WIB
Bangun pagi seperti biasanyaaa...
jam 8 udah janjian sama teman yang jual daging sapi, untuk beli 1 kg daging sapi buat BBQ-an nanti malam.

08.00 WIB
Meluncur ke rumah teman bersama sang mama, karena sekalian mau mampir ke pasar ambil pesenan jagung.

10.00 WIB
Ke ADA Swalayan, salah satu swalayan yang paling tersohor seantero semarang, tersohor karena harganya relatif murah. Saya dan mama belanja bumbu BBQ-an yang menurut mama kurang banyak, sehingga HARUS ditambah. Setelah belanja beberapa kebutuhan BBQ-an, kami meluncur ke pasar yang paling besar (karena hanya itu pasar yang ada di perumahan tempat saya tinggal) untuk mengambil pesanan jagung yang rencana akan di bakar saat malam tahun baru. Tapi sayang bukan kepayang... karena mama datangnya kesiangan, jagungnya sudah dijual ke orang lain. Mama merasa bersalah, lalu mengganti 15 jagung dengan 1 Kg fillet ayam untuk di buat sate.

13.20 WIB
Setiba dirumah langsung beres-beres rumah dari kamar sampai halaman berangkat tempat yang akan di adakan acara BBQ-an. Mulai lah saya menyapu kamar, lalu potong rumput .. yup POTONG RUMPUT !!! setelah hampir 1 jam bergulat dengan rumput, sang hujan pun turun dengan sangat deras. Sambil menunggu hujan reda, saya, mama dan si mba mulai siap-siap dengan segala masakan. Mulai memotong0motong daging ayam dan sapi, merendam, menumis bumbu dan lain-lain.

17.00 WIB
Hujan reda, horeeee ...
Mulai merapikan meja payung tempat nanti kami duduk dan makan-makan.

18.30 WIB
Mulai buat api dari arang-arang yang sudah dibeli, hmm... ternyata tidak mudah membuat api yah. Butuh waktu lumayan lama dan butuh oksigen karena asapnya banyak.

19.00 WIB
Sebenarnya kami janjian jam 7 malam, tapi ternyata belum ada 1 pun yang datang karena macet dimana-mana.

21.20 WIB
Asa dan Widhi (pasangan) yang datang dengan kendaraan dan rute yang berbeda. Asa di anter naik mobil dari arah Thamrin, dan Widhi menggunakan motor 4tak andalannya dari arah sampangan. Dan mereka berdua sama-sama butuh waktu 2jam untuk sampai kerumah saya, padahal dalam keadaan normal hanya butuh waktu kurang dari 30menit saja.

22.30 WIB
Yup .. kloter kedua.
Mayang, babaz, gilang, kopong, evan, mas ade dan nyonya (mba monik) yang melewati jalan tembus tapi jauh tiba hampir 2 jam karena ada trouble dengan motor evan. Jadi terlambatnya mereka bukan karena terjebak macet, tapi karena motor evan trouble. hmm .. sepertinya butuh perjuangan semua untuk sampai dan merayakan malam tahun baru di rumah saya.

23.00 WIB
Ijin keluar sebentar untuk menjemput Syaya yang rumahnya tidak begitu jauh dari rumah saya sekaligus beli titipan bir dari teman-teman yang selalu merasa ada yang kurang kalau acara kumpul-kumpul tidak ada bir.

23.20 WIB
Mulailah BBQ-an membakar semua sate yang sudah saya rendam dengan bumbu dan sudah dibentuk sate. Sate BBQ ala saya, isinya bawang bombay, daging, sosis dan ayam.

Sate BBQ ala saya

23.56 WIB
Kami semua mulai ribut dan lari gara-gara main kembang api. Karena di sekitar rumah saya main kembang api makan kamipun tidak mau kalah norak (padahal cuma main kembang api biasa)


00.02 - 04.38 WIB
Ngobrol-ngobrol mulai dari curhat, cerita hantu, cerita konyol sampai cerita cinta (ada 2 pasang yang ikut kumpul). Abis sholat subuh olahraga kecil trus pada pulang smua deh. Sisa saya dan asa (yang kebetulan hanya diaa yang nginep) di rumah. Karena udah capek dan kedinginan, alhasil kami berdua langsung tidur ...


HAPPY NEW YEAR 2010 ALL ...

Selasa, 29 Desember 2009

Sekilas Tentang Overfishing

Pada awal tahun 1950-an, FAO mencatat adanya pertumbuhan sektor perikanan yang sangat cepat, baik di belahan bumi bagian utara maupun di sepanjang pantai negara-negara yang saat ini dikenal sebagai negara berkembang. Dimana-mana penangkapan berskala industri yang umumnya menggunakan trawl (ada juga dengan purse seining dan long-lining) berkembang dan berkompetisi dengan perikanan skala kecil atau tradisional (artisanal fisheries) yang berperalatan sederhana. Persaingan yang tidak seimbang ini sangat jelas terlihat di perairan dangkal (kedalaman 10-100 m) di daerah tropis. Perikanan tradisional menjadikan ikan tangkapan mereka untuk konsumsi penduduk lokal, sedangkan perikanan skala besar menggunaan trawl dengan udang sebagai target utama untuk ekspor dan membuang hasil tangkapan yang tidak memiliki nilai ekonomis (by-catch). Dalam periode tahun 1950-an hingga 1960-an, peningkatan usaha penangkapan telah meningkatkan jumlah hasil tangkapan yang sangat besar dan melebihi laju petumbuhan umat manusia.

Hal ini telah membuat para penyusun kebijakan dan politisi menjadi percaya bahwa penambahan jumlah kapal yang cepat dan tak terkendali telah melipat-gandakan jumlah tangkapan dalam waktu singkat serta menurunkan hasil tangkapan dalam jangka panjang. Kegagalan perikanan tangkap pertama kali dilaporkan untuk kasus anchovy di Peru pada tahun 1971-1972. Pada awalnya, hancurnya perikanan anchovy ini sering dikaitkan dengan kejadian alam El Ni??o. Namun demikian, data yang terkumpul menunjukkan bahwa jumlah tangkapan aktual (sekitar 18 juta ton), yang telah melebihi dari apa yang dilaporkan yaitu 12 juta ton menunjukkan bukti lain. Terbukti, runtuhnya perikanan anchovy tersebut adalah lebih banyak karena pengaruh overfishing.

Pada pertengahan tahun 1970-an, total tangkapan ikan di Atlantik utara juga telah menurun. Trend penurunan yang cepat lebih jelas terlihat pada akhir tahun 1980-an dan diawal tahun 1990-an sebagian besar stok ikan cod menjadi habis di New England dan Canada bagian timur.

Kondisi stok ikan laut di kawasan Asia-Pasifik juga tidak jauh berbeda. Kawasan Asia-Pasifik yang saat ini menjadi penyumbang terbesar produksi ikan dunia juga sudah mulai overfishing. Dalam 25 tahun terakhir, penurunan stok ikan di kawasan Asia-Pasifik sekitar 6-33%.

Lebih lanjut, diperkirakan bahwa stok ikan laut dunia saat ini yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi tinggal hanya 24%. Sekitar 52% stok sudah termanfaatkan secara maksimal dan tidak mungkin dieksploitasi lebih lanjut, dan sisanya adalah sudah overeksploitasi atau stoknya sudah menurun.

Salah satu jalan yang mungkin bisa ditempuh untuk membantu pemulihanan stok ikan laut akibat overfishing adalah dengan cara menurunkan kapasitas penangkapan. Disadari betul bahwa penambahan kapasitas armada penangkapan merupakan salah satu ancaman terhadap kelangsungan sumberdaya laut, dan juga penangkapan itu sendiri.

Perubahan perahu skala kecil berteknologi rendah menjadi kapal besar berteknologi tinggi, subsidi pemerintah, kebijakan open-access pada beberapa wilayah perairan dunia, dan beberapa aspek ekonomi lainnya telah disadari meningkatkan kapasitas penangkapan ikan. Peningkatan kapasitas penangkapan ikan yang tak terdeteksi seperti perubahan alat bantu penangkapan seperti echosounder, GPS, dsb. juga diyakini telah mendorong tingkat overcapacity dibeberapa wilayah perairan.


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by ArchitecturesDesign.Com Beautiful Architecture Homes